Home / YAYASAN / Kegiatan YQAB / Konferensi Pendidikan Nasional

Konferensi Pendidikan Nasional

Konferensi Nasional yang diselenggarakan pada hari Sabtu tanggal 25 Agustus 2018 oleh Jaringan Sekolah Dasar Islam Terpadu ( JSIT ) pusat merupakan kegiatan untuk memperingati milad JSIT yang ke 15. Konferensi Nasional ini diikuti oleh perwakilan pengurus JSIT wilayah yang tersebar di 34 Provinsi seluruh Indonesia. Konferensi Nasional ini mengundang Bp Romo Maghnis Suseno, seorang kerohanian Katholik, Prof. Suyatno, M.Pd yang merupakan rektor universitas Hamka Jakarta dari PP Muhammadiyah dan Bp Muh. Zahri yang merupakan ketua umum JSIT pusat sebagai narasumber dalam kegiatan Konferensi Nasional untuk memperingati milad JSIT yang ke 15. Kegiatan Konferensi Nasional ini juga mengundang guru / pendidik dari sekolah-sekolah diluar naungan JSIT. Total seluruh peserta yang hadir mencapai 300 peserta dari target peseta 500 peserta.

Kegiatan ini dimulai pada pukul 08.30 pagi, diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan mars JSIT oleh tim paduan suara dari siswa siswi SMP Ummul Quro Jakarta. Selanjutnya pembacaan ayat suci Al Qur’an dan pembacaan do’a.

Selanjutnya Konferensi Nasional dimulai pada pukul 10.00 pagi. Para narasumber duduk di podium. Konferensi dibagi menjadi 3 termin yang dipandu oleh seorang moderator. Termin pertama disampaikan oleh bapak Romo Maghnis Suseno. Beliau menyampaikan tentang sejarah Indonesia dimulai pada peristiwa Sumpah Pemuda sampai pembentukan amandemen UUD Negara Indonesia tanggal 18 Agustus 1945. Beliau pun menyampaikan kebanggaannya sebagai warga negara Indonesia selama 60 tahun yang aman tenteram dan damai. Beliau sangat mengapresiasi peran JSIT dalam mewujudkan atmosfer pendidikan berbasisi karakter yang bermutu di Indonesia.

Termin kedua disampaikan oleh Prof Suyatno. Beliau menyampaikan mengenai Ekosistem Sekolah Dalam Melahirkan Pemimpin Bangsa”. Menurut beliau Ekosistem Pendidikan berpusat pada “Tri Pusat Pendidikan yang dirancang oleh Ki Hajar Dewantara yaitu Sekolah, lingkungan masyarakat dan keluarga. Beliau pun menambahkan mengenai Komponen Ekosistem Sekolah yang terdiri dari Ekosistem Biotik dan Ekosistem Abiotik. Ekosistem Biotik meliputi peserta didik, pimpinan sekolah, tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. Sedangkan Ekosistem Abiotik meliputi gedung, komputer, meja dan kursi serta listrik. Beliau menjelaskan bahwasannya dalam mengelola komponen ekosistem sekolah ada 4 interaksi penting yaitu :

1.        Interaksi antar biotik

2.        Interaksi antara biotik dengan abiotik

3.        Interaksi abiotik dengan biotik

4.        Interaksi antar abiotik

Beliau menambahkan, haruslah ada keharmonisan yang serasi dalam setiap komponen ekosistem sekolah agar tujuan sekolah dalam melahirkan pemimpin bangsa dapat terwujud. Beliau pun menambahkan bahwasannya sekolah harus mampu menjadikan diri sebagai taman-taman yang menjadikan peserta didik merasa nyaman selama belajar di sekolah.

Selanjutnya pada termin ketiga bapak Muh. Zahri menyampaikan tentang peran JSIT sebagai salah satu solusi pendidikan bebasis karakter ditengah tengah perkembangan zaman yang semakin maju dengan para peserta didik di era milenial yang sangat dahsyat terpaan arus globalisasi yang tak terbendung. Oleh karena itu peran orangtua di rumah, peran guru / pendidik di sekolah serta peran masyarakat sangatlah penting sebagai filter anak-anak di zaman milenial untuk menghadapi perkembangan zaman yang semakin maju di segala lini kehidupan.

Ditengah tengah acara, bapak Muh. Zahri pun me launching buku “Bunga Rampai” yang berisi berbagai pemikiran guru di era globalisasi. Sebagian dari buku tersebut dijadikan doorprice bagi peserta Konferensi Nasional yang beruntung.

Setelah penyampaian ulasan oleh ketiga narasumber, sesi selanjutnya dibuka pertanyaan kepada seluruh hadirin. Ada 4 penanya yang mengajukan pertanyaan kepada narasumber, dan Alhamdulillah keempat pertanyaan dijawab secara lugas oleh ketiga narasumber. Setelah itu sesi ditutup dilanjutkan dengan ishoma.

Setelah ishoma, acara dilanjutkan dengan Focus Group Discussion ( FGD ). Peserta dibagi menjadi 3 kelompok besar yang masing-masing dipandu oleh perwakilan pengurus pusat JSIT. Masing-masing kelompok deberikan tema / materi yang berbeda untuk didiskusikan bersama. Tema yang dibagi adalah :

1.      Strategi guru dalam mendidik di era milenial

2.      Ekosistem sekolah dalam melahirkan pemimpin bangsa

3.      Pendidikan karakter dalam bingkai NKRI – Bhinneka Tunggal Ika

Masing-masing peserta diskusi sangat antusias mencurahkan ide / gagasan berdasarkan tema yang telah ditentukan. Setiap gagasan yang disampaikan ditanggapi secara positif oleh peserta diskusi yang lain secara bergantian, sehingga sesi FGD terasa sangat hangat dan hidup.

Tepat pukul 14.30 kegitan FGD berakhir, hasil diskusi disampaikan ke penyelenggara yang selanjutnya akan dijadikan bekal oleh JSIT untuk kemajuan sistem pendidikan / sekolah yang bernaung dibawah JSIT. Selanjutnya kegiatan diakhiri dengan foto bersama.

Demikian deskripsi kegiatan Konferensi Nasioanl Milad JSIT Ke 15 ini kami buat. Atas perhatian serta support dari semua pihak kami sampaikan terimakasih, Jazakumullah khoiron katsiron.

Bogor,  31 Agustus 2018

Penulis

Dhini Sugiri, S.Pd

Artikel Lain

Guru Transformatif Bagi Penguatan Karakter Bangsa

Guru Transformatif adalah bagaimana cara seorang guru melakukan proses mendidik siswa dengan berbagai macam karakter …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 × four =