Home / SDIT Kaifa / Jurnalis Cilik / KAIFA Bersama KEMNAS 4!

KAIFA Bersama KEMNAS 4!

Oleh : Laksita Maheswari (Jurnalis Cilik SDIT KAIFA)

Hai, namaku Laksita. Pada tanggal 15 November 2018, aku dan beberapa temanku, yaitu Erika, Nafisah, Alya, Najwa kelas 4, Khalisa kelas 4, Nur kelas 4, Kak Muthi, Kak Aina, dan Kak Mirahma, juga sepuluh orang ikhwan yang lainnya mengikuti acara Kemah Ukhuwah Nasional keempat, yang diselenggarakan oleh Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia. Beberapa pendamping yang menemani kami diantaranya, Kak Syifa, Kak Rahmat, Kak Asror, Kak Zein, Kak Liani, Kak Ine, dan Kak Kholil. Kami semua adalah perwakilan yang telah terpilih untuk mengikuti acara Kemah Ukhuwah Nasional (KEMNAS) IV ini yang diadakan di Cibubur, Jakarta.

Pukul 16:00 kami telah sampai di lokasi. Tendaku, Erika, Alya, Nafisah, Najwa, Khalisa, Nur, Kak Muthi, Kak Aina, dan Kak Mirahma atau bisa juga dipanggil Regu Matahari berada di dekat jalan utama.

Begitu sampai, kami bekerja sama mendirikan tenda yang telah kami bawa dari sekolah. Ada yang bertugas mencari batu penyangga, menggali tanah, dan memasang tenda. Pada saat kami sedang mendirikan tenda, hujan turun membasahi tenda serta diri kami sendiri. Untungnya, tenda sudah hampir selesai.

Setelah selesai, kami mengatur posisi tidur dan merapikan peralatan yang dibawa. Kemudian, beberapa memilih untuk mandi dan beberapa memilih untuk berganti baju saja. Sampai besok sore, ini adalah kebebasan kami.

Pukul sembilan malam, kami telah siap di dalam sleeping bag masing-masing. Ini adalah malam pertama kami menginap di Bumi Perkemahan Cibubur ini. Kak Aina sang pemimpin regu (pinru) menceritakan sebuah dongeng kepada kami. Berceritakan tentang dirinya sendiri, yang ceritanya pernah masuk ke gudang dan tiba-tiba bertemu seekor unicorn yang cantik. Tiba-tiba unicorn tersebut berubah menjadi manusia-unicorn dan mengajaknya ke Negeri Lollipop. Di sana, semuanya terbuat dari permen, indah sekali. Namun, dongeng terputus oleh suara Kak Liani yang menyuruh kami untuk segera tidur. Dongeng itu hanya karangan, ya, enggak mungkin Kak Aina bertemu dengan unicorn sungguhan! Hahahaha ….

Keesokan harinya, setelah bangun kami segera mandi pagi. Brrr … air pagi ini menyegarkan sekali! Setelah mandi, kami melaksanakan shalat Subuh di dalam tenda. Karena tidak cukup semuanya sekaligus, jadi kami shalatnya bergantian.

Usai shalat, kami duduk-duduk di luar sambil menikmati terbitnya matahari yang terang. Oya, di acara KEMNAS ini, aku memiliki tujuan. Yaitu agar mendapatkan pengalaman yang berharga dan untuk bertemu sahabat lamaku dari SDIT Baitussalam, yang bernama Anugerah Praventyo, panggilannya Tyo. Walaupun dia ikhwan, dia tetap sahabat baikku. Kami mulai berteman ketika bertemu saat les bahasa Inggris di LIA Jalan Baru. Meski baru berpisah dua bulan akibat kelas kami dibubarkan, aku tetap saja kangen banget sama dia. Kuharap bisa bertemu dengan sahabatku, Si Tyo ini.

Pagi ini kami sarapan dengan menu nasi goreng. Di sini kami tidak memasak makanan kami sendiri, lho, tetapi kami membawa janitor sendiri dari Kaifa, jadi semua sarapan, makan siang, serta makan malam kami dimasakkan oleh mereka. Asyik banget, ya. Hanya saja yang membuat jengkel adalah, terkadang menunya suka datang super-duper terlambat. Biasanya, kalau sudah waktunya untuk tidur, kami belum makan malam sama sekali. Jadi untuk mengganjal rasa lapar, aku biasanya ngemil roti atau ngemil camilan yang dibawa. Kalau begini, mending masak sendiri aja, ya, hehehe ….

Di KEMNAS ini, terbagi 5 kesultanan, yaitu Kesultanan Banjar, Kesultanan Samudra Pasai, Kesultanan Goa Talo, Kesultanan Demak, dan Kesultanan Tidore. Aku dan teman-teman akhwat berada di Kesultanan Banjar. Sedangkan teman-teman ikhwannya berada di Kesultanan Demak.

Pukul 14:00, diadakanlah upacara pembukaan acara Kemah Ukhuwah Nasional IV yang pesertanya diikuti oleh semua SIT se-Indonesia, perwakilan dari beberapa sekolah dari Malaysia, dan juga Thailand. Di sini, kami diberikan buku Saku KEMNAS khusus, yang di dalamnya terdapat catatan ‘Sahabat Baru’ jadi jika punya teman baru, bisa ditulis di sini.

Di hari pertama yakni hari Jumat, kami sudah mulai mencari teman baru. Alhamdulillah, aku mendapatkan beberapa teman baru. Namanya Nabila, Nisa, Aurell, dan Ayu. Wah, namanya berpasang-pasangan, ya! ‘N’ dengan ‘N’ dan ‘A’ dengan ‘A’. Hahaha ….

Hari kedua yakni hari Sabtu, ada kegiatan yang bernama SAI (Sport Archer Indonesia, kalo enggak salah, ya, lupa). Hehehe ….

Di sini kami diajarkan cara memanah, bermain dart games, lempar pisau, ketapel, dan lain-lainnya. Karena ini pertama kalinya kami belajar memanah bagi salah seorang di antara kami, ada Kakak-Kakak Panitia yang senantiasa membantu.

Malam harinya, kami sibuk berbelanja di bazaar depan Kesultanan Banjar. Kata Kak Liani (Bu Liani) dan Kak Ine (Bu Ine), sih, malam ini berbelanjanya tidak usah banyak-banyak, khawatir hilang. Jadi nanti, hari Senin, kami akan lanjut berbelanja! Hore!

Hari ketiga yakni hari Ahad, diadakanlah Expo. Di sini kami bisa belajar tentang memanah lagi, lalu MUI (Majelis Ulama Indonesia), lalu tentang menjadi seorang reporter yang baik, belajar bersama para tentara-tentara, dan juga yang lainnya. Bagian yang paling seru dan menyenangkannya (menyenangkan sama seru kayaknya sama, ya? Hehehe …) adalah saat kami belajar bersama para tentara, kami dibanjur oleh semacam alat penyiram yang biasa dipakai para pemadam kebakaran, namun yang ini raksasa.  Rasanya seperti bermain hujan-hujanan, seru banget! Setelah itu kami pun pulang dengan keadaan basah kuyup.

Malam harinya, diadakanlah acara Pentas Amal. Acara ini terletak di Lapangan Utama. Acara ini, tuh, seperti konser betulan, lho! Semua orang yaitu empat belas ribu sekian orang, datang menonton. Ramai banget, ya! Banyak orang yang mengangkat senter mereka tinggi-tinggi, pokoknya seru, deh! Pentas Amal berlangsung mulai pukul setengah delapan malam sampai pukul sembilan malam. Di sini kami akan bertemu dengan seorang ‘ulama terkenal Indonesia yang bersuku bangsa Arab. Hayooo …. siapa cobaa? Yup! Syeikh Ali Jaber tentunya! Aku pengen banget ketemu dengan beliau! Sayang, kami tidak lama di Pentas Amal ini. Karena kebanyakan dari kami sudah mengantuk, akhirnya kami pulang ke tenda. Yah, sayang sekali, ya ….

Hari keempat yakni hari Senin. Hari terakhir kami di KEMNAS 4 ini. Hari ini aku bersemangat sekali karena akhirnya bisa berbelanja sepuas-puasnya di bazaar. Pagi-pagi kami sudah siap di bazaar. Aku membeli kaus biru bertuliskan “I LOVE JAKARTA” untuk Bapakku, bros bunga yang sangat cantik dan berkilauan untuk Mamaku, gantungan-gantungan kunci yang bisa diberi nama untuk beberapa temanku dan aku: aku, Kania, Bilqis, Zahra, Nadia, Nazira, sahabatku dari SDIT Baitussalam (Anugerah Praventyo atau Tyo), Kak Sutrisna, dengan tulisan nama masing-masing. Dan juga untuk guruku di tempat les, LIA Jalan Baru: Mr. Asraf. Aku juga membeli pulpen yang bisa diberi nama untukku dan Mamaku. Aku juga membeli gelang nama bertuliskan ‘Laksita’ untukku. Untuk guru Ummi-ku, Pak Fachry, kuberikan gantungan bertuliskan ‘ACEH’ dari temanku di Aceh. Pokoknya aku happy banget di sini!

Saat ada Kakak Panitia KEMNAS 4 menyuruh kami untuk segera ke Lapangan Utama dan melaksanakan Upacara Penutupan, kami tetap sibuk-sibuk saja dengan belanjaan masing-masing. Lagipula kami tidak usah ikut Upacara Penutupan kata Kak Liani.

Akhirnya kami pulang kembali ke Bogor, tepatnya ke SMPIT Kaifa. Sesampainya di SMP, sudah banyak orang tua peserta KEMNAS yang menjemput. Termasuk juga Mama dan Bapakku. Aku sangat senang karena bisa mengikuti acara Kemah Ukhuwah Nasional 4 di Cibubur ini, yang diadakan setiap 3 tahun sekali. Pengalaman ini tidak akan pernah kulupakan. Terima kasih, Ya Allah … JJJ

Artikel Lain

OUTING CLASS KELAS 3 “TAMAN SAFARI INDONESIA”

Oleh : Guru Kelas 3 Assalamu’alaikum warahmatullohi wabarakatuh Outing class adalah salah satu program sekolah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

twelve − eight =