Home / SDIT Kaifa / Kegiatan SDIT Kaifa / Drama Asal Mula Qurban

Drama Asal Mula Qurban

Oleh : Noor Hasanah, S.Pd.I

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah, shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah limpahkan kepada Nabi besar, Nabi Muhammad SAW.

Untuk memperingati Idul Qurban di SDIT Kaifa, maka diadakan Drama Asal Mula Qurban di Lapangan Sdit Kaifa pada tanggal 9 Agustus 2019 pukul 07.30 WIB setelah shalat Dhuha bersama.

Drama ini diperankan oleh beberapa Guru Sdit Kaifa dan beberapa siswa Sdit Kaifa. Kegiatan ini bertujuan agar para siswa dan siswi SDIT Kaifa dapat memahami asal mula Qurban, melaksanakan Idul Qurban dengan khidmat, karena sejarah tersebut menjadi teladan bagi kita sebagai seorang muslim atau muslimah.

Dalam drama tersebut dijelaskan bahwa Nabi Ibrahim a.s. diperintahkan oleh Allah untuk mengasingkan Siti Hajar bersama anaknya yaitu Ismail di Mekkah yang tandus, kering, tidak ada sumber makanan dan tidak ada air. Tapi Nabi Ibrahim a.s. yakin bahwa Allah akan melindungi istri dan anak tercintanya.

Lalu selang beberapa saat Ismail kehausan, Siti Hajarpun berusaha untuk mencari makanan atau minuman untuk menghilangkan dahaga yang dialami olehnya dan anaknya. Lalu Siti Hajar berlari dan berjalan dari Bukit Shafa dan Bukit Marwa sebanyak 7 kali, tiba tiba Ismail menghentakkan kakinya ke atas tanah, lalu dengan kekuasaan Allah munculah air dari tanah tersebut, Siti Hajar senang dan langsung memberikan air itu kepada anaknya, Ismail.

Setelah itu munculah Suku Jurhum dengan pekikan takbir, karena melihat kekuasaan Allah melalui kaki Ismail.

Setelah beberapa tahun Nabi Ibrahim yang sedang di rumahnya, di Palestina, bermimpi bahwa beliau diminta Allah untuk menyembelih anaknya yaitu Ismail. Nabi Ibrahim gundah dan berdo’a kepada Allah meminta pertolongan supaya diberikan kekuatan dalam menjalankan keta’atan kepada Allah.

Lalu Nabi Ibrahimpun pergi ke Mekkah untuk mencari Ismail dan istrinya. Setelah di Mekkah beliau melihat Ismail semakin besar, tampan dan menjadi anak yang shalih, beliau tidak langsung mengutarakan tujuannya datang ke Mekkah, tapi beliau meminta istrinya yaitu Siti Hajar untuk memakaikan pakaian yang paling bagus, memberinya wewangian, menyisir dan memberi minyak rambut kepada Ismail. Nabi Ibrahim menyampaikan kepada istrinya bahwa beliau dan putranya mau pergi ke suatu tempat.

Lalu Nabipun berangkat dengan membawa tali dan pisau yang tajam dan memberi tahu kepada Ismail bahwa beliau hendak menyembelihnya atas perintah Allah, tanpa ragu sedikitpun Ismail menerimanya.

Selanjutnya tiba tiba syaitan menghampiri Nabi Ibrahim dan mencoba untuk menggodanya supaya membatalkannya, tapi Nabi Ibrahim tidak tergoda, setelah itu Syaitan menggoda Siti Hajar, tapi beliau tidak tergoda, lalu syaitanpun tidak menyerah dan menggoda Ismail, Ismailpun tidak tergoda dan melempari syaitan itu dengan batu dan syaitan pun pergi.

Lalu Nabi Ibrahim menelentangkan Ismail dan mulai mengikat tangan dan kakinya untuk disembelih, tapi Ismail meminta supaya ikatannya dibuka, khawatir Allah menyangka bahwa Ismail merasa terpaksa, lalu dibuka kembali ikatannya.

Setelah itu Nabi Ibrahim mengasah-ngasah pisaunya supaya tajam dan hendak menyembelih anaknya, setelah pisau itu tiba di leher Ismail, Nabi Ibrahim tak sanggup melihatnya dan menundukkan matanya ke arah tanah, tapi aneh, pisau itu tidak dapat menyembelih Ismail, Nabi Ibrahimpun mencoba untuk memukulkan pisau itu ke batu yang ada di sampingnya, lalu batu itu terbelah menjadi dua.

Tiba tiba datanglah Malaikat Jibril dan mengabarkan bahwa Nabi Ibrahim telah berhasil melaksanakan mimpinya dan diminta untuk menyembelih kambing sebagai gantinya karena Allah sudah menerima ketaatannya begitupun pahala dan kebaikan akan menyertai beliau.

Begitulah ringkasan drama yang telah ditampilkan oleh Bapak/Ibu Guru beserta siswa Sdit Kaifa.
Semoga kita dapat mengambil hikmahnya dari keteladanan Nabi Ibrahim atas ketaatan dan keshabarannya, juga keteladanan Nabi Ismail karena patuh atas perintah Allah walaupun harus mengorbankan nyawanya sendiri.

Sekian dari penulis, mohon maaf jika ada salah kata.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Artikel Lain

SEMARAK PERINGATAN HUT KE-74 RI di SIT KAIFA CIOMAS

Oleh : Panitia HUT RI Kaifa Merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia sudah menjadi keharusan sebagai …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

14 − four =