Home / YAYASAN / Pelatihan / “Forum Komunikasi Mentor Rohis (FKMR)” Kabupaten Bogor

“Forum Komunikasi Mentor Rohis (FKMR)” Kabupaten Bogor

Oleh : Septikah Kurniawati, Nina Hanina

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu’alaikumWarohmatullahi Wabarokatuh

Ahad, 1 Desember 2019 yang bertempat di Aula Kementrian Agama Kabupaten Bogor, kami Septikah Kurniawati dan Nina Hanina Sholihat menghadiri acara “Forum Komunikasi Mentor Rohis (FKMR)” Kabupaten Bogor. Tentunya yang hadir diacara tersebut adalah para mentor dari berbagai sekolah setingkat SMP dan SMA/SMK yang ada di Kabupaten Bogor.

Acara tersebut membahas beberapa agenda diantaranya :

  1. Laporan Pertanggung Jawaban periode 2016 – 2019
  2. Pendemisioneran Pengurus FKMR
  3. Pemilihan ketua dan pengurus FKMR periode 2019 – 2022
  4. Sharing dari para Mentor

 

Menurut Ustad. Bahrul Ulum, FKMR berdiri pada 28 November 2016 yang bertempat di Kemenag yang diresmikan oleh Bapak Kepala Seksi Kementrian Agama Kabupaten Bogor bersama pengawas guru Agama Islam.

 

Susunan Kepengurusan

Ketua                     :  M. Chabib Chariri, S.Pd.I

Sekertaris              :  Ust. Bahrul Ulum, SE

Hudzaifah N, SE

Bendahara             :  Ust. Suwito

Komunikasi           :  Ust. Ade Deni, S.Pd

Ust. Arif Apriansyah, SE.I

Humas                   :  Ustad Karyadi

Ustad Iqbal

Pengarahan            :  Syahrul Afandi

Ketua Keputrian    :  Rina

 

Visi

Mewujudkan Mentor yang berdedikasi dalam pembinaan peserta didik Kabupaten Bogor  yang berakhlaqul karimah menuju Islam Rahmatan lil alamiin

 

Misi

  1. Memberikan kontribusi nyata
  2. Menjadi mentor yang progresif
  3. Menjadi mentor yang inspiratif terwujudnya pelajar sebagai agent of change
  4. Terbangunnya sinergi mentor dengan seluruh stokholder

 

Relasi yang dibangun :

  1. Bekerjasama dengan Masjid Baitul Faizin.

Mengadakan kajian rutin setiap bulan, diberikan kantor sekretariat

  1. Silaturrahim dengan Kodim 0621

Kodim siap memberikan materi tentang Bintal

  1. Silaturrahim dengan MUI Kabupaten Bogor

Menjadi pembicara pada program PKU (Pendidikan Kader Ulama)

  1. Menghadiri rapat – rapat koordinasi dengan Muspida
  2. Komunikasi dengan Pengawas Dinas Jawa Barat
  3. Komunikasi dengan MGMP PAI Kabupaten Bogor
  4. Komunikasi dengan Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Provinsi Wilayah I

Mengadakan kegiatan rutin setiap bulan, seperti Sanlat

 

Kegiatan FKMR

  1. Kemah Rohis Kabupaten Bogor

Bekerjasama demgan Kemenag dan MGMP PAI Kabupaten Bogor.  Kegiatan nya di perkemahan Cimandala

  1. Sertifikasi Mentor Kabupaten Bogor
  2. Melakukan kegiatan pengarahan di Foristabo (Forum Rohis Kabupaten)

Setiap kegiatan Rohis harus koordinasi dengan mentornya, koordinasi per wilayah.  Karena terkadang anak-anak sering membuat acara yang tidak islami apalagi jika berhubungan dengan pihak ke-3. Dengan tujuan agar anak-anak kita terjaga tidak melenceng.

  1. Smart Trend, Sanlat bulan Ramadhan

Bekerjasama dengan dinas Provinsi Kabupaten Bogor.  Tahun lalu mengadakan sanlat di Masjid Az Dzikra selama 3 hari

  1. Mengisi acara Dispora
  2. Silaturrahim mentor di SIT Al Madinah

 

Tausyiah Ust. M. Chabib Hariri

Ada sebuah kisah nyata di Australia.  Saat musim yang sangat dingin , semua orang mager untuk keluar rumah.  Ada sebuah keluarga kecil, ayahnya seorang Imam Masjid. Biasanya di hari Jum’at sang ayah bersama anak-anaknya membagikan buletin dakwah ke setiap rumah.  Karena cuaca sangat dingin, sang ayah memutuskan bahwa hari itu tidak akan keluar rumah.  Akan tetapi anak-anak sudah siap dan tetap pergi keluar rumah untuk membagikan buletin dakwah.

Saat di sebuah rumah, mereka mengetuk pintu dan memberi salam, namun tidak ada suara.  Lanjut ketukan ke-2 dengan salam yang lebih keras, pun tak ada suara.  Entah kenapa tak ingin beranjak, akhirnya diketuk lagi pintunya dengan suara salam yang lebih keras.  Tak lama terdengar suara langkah kemudian pintu pun terbuka.  Ternyata seorang nenek.  Anak kecil tadi dengan wajah cerah mengatakan : “Nenek, saya memberikan buletin ini sebagai jalan menuju surga.  Dengan ini kita akan tahu Tuhan kita.

Seminggu kemudian saat sang ayah menjadi imam sholat, ada jama’ah yang ingin bertanya (ternyata nenek tadi). Nenek berkata, “Sebulan lalu suami saya meninggal, padahal suami saya adalah sumber kebahagiaan saya.  Saya bersedih… sudah patah harapan tak ingin hidup lagi.  Suatu hari saya naik ke lantai 2, mau bunuh diri. Saya ikat leher saya. Tiba-tiba terdengar suara pintu diketuk. 1x saya tak peduli. 2x saya masih tak peduli. Ke 3x diketuk lebih keras. Lalu saya membuka pintu ternyata seorang anak kecil dengan wajah ceria memberikan selembar kertas untuk dibaca. Lalu saya baca kertas tersebut.  Setelah saya baca, saya tersadar bahwa aku memiliki dzat yang selalu bersamaku, yang selalu memberikan kebahagiaan.  Kemudian saya tidak jadi bunuh diri.  Saya cari alamat yang ada di buletin tersebut, dan sampailah saya disini.  Aku bersyukur Tuhan telah mengirimkan malaikat kecil untuk menolongku.”  Dan akhirnya nenek tadi masuk islam.

Hikmahnya adalah sebesar apapun rintangan dan masalah, kita harus tetap tegar, ada Allah… Jadi dengan azam yang kuat .. tekad yang kuat .. kita harus selalu siap mengajak anak-anak kita untuk beramal sholeh, megerjakan kebaikan.  Semoga bisa menjadi “timbangan berat” kita diakhirat kelak.  Aamiin ya Robbal”alamiin

Tausyiah Ust. Srimoedji Sampurnanto, MM

Mentor SMAN 2 Cibinong

Filosofi pohon pisang.  Pohon pisang kalau di pecah, dipotong dan dipisah induk dengan anaknya tidak akan hidup.  Pohon pisang tidak akan mati, tidak akan putus asa sebelum dia berbuah, sebelum dia melahirkan anak-anak disekitarnya. Pohon pisang tidak pernah sendirian pasti dia punya teman minimal 2-3 dan berdempetan.  Pohon pisang dengan sekelilingnya akan saling menguatkan.  Hikmahnya adalah kita harus mencontoh pohon pisang. Harus selalu bekerjasama sama dan berkolaborasi dengan pihak lain.  Jangan pernah sendirian. Karna bersama akan lebih mudah dan meringankan.  Saya dan istri sampai sekarang masih menjadi mentor di SMA 2.  Ternyata mengajak bersama keluarga itu lebih ringan.

Kita harus merubah model.  Sama-sama kerja menjadi kerjasama sehingga kita lebih aman, dana tersedia, kerja lebih ringan. Kuncinya adalah harus bisa mengakses dan silaturrahim.

Di kita ada OI (Otoritas Institusi) dan UI (Unit Institusi). Lembaga ini harus bergabung dengan OI dan UI. Karena disana banyak sekali Lembaga-lembaga yang bisa diajak kolaborasi. Contoh, ketika ada acara Al Qur’an, teman-teman mencari Ustad-ustad Tahfidz, datang ke kami. Kami akan memfasilitasinya. Butuh Dana untuk acara, butuh SDM. Teman-teman bisa mengajukan dan presentasi.  Di OI dan UI ada API(Kepanduan versi sipil), tgasnya membantu menangani kegiatan di lapangan.  Saya menjembatani teman-teman dengan orang-orang yang memiliki banyak kompetensi. Tinggal bilang saja asal jangan dadakan.  Kami memiliki doktor-doktor yang ahli dibidangnya.  Jadi sinergi ini punya kekuatan yang besar.

Artikel Lain

TRAINING “Becoming Special Teacher”

Oleh : Pak Karyono Kehadiran anak berkebutuha khusus bukanlah suatu musibah, melainkan amanah dari Tuhan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 × four =