Lompat ke konten

Safari Goes to School: Hari Ketika Satwa Liar Masuk Ruang Kelas!


Bogor, Rabu 10 Desember 2025 — Taman Safari Indonesia menggelar program Safari Goes to School di SDIT Kaifa sebagai upaya meningkatkan kepedulian siswa terhadap konservasi satwa dan kelestarian alam. Seluruh siswa diarahkan berkumpul di aula lantai dua sekolah dan mengikuti kegiatan dengan antusias.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Lasti Sunarti S.Pd., membuka kegiatan dengan mengingatkan para siswa untuk menyimak penjelasan dari pihak Taman Safari. “Anak-anak yang tenang ya. Kita kedatangan tamu dari Taman Safari yang akan memperkenalkan hewan-hewan. Jadi, dengarkan dengan baik dan jangan berisik,” ujarnya disambut seruan semangat dari para siswa.

Program edukasi ini digagas sebagai respons terhadap meningkatnya deforestasi (Penggundulan) di Indonesia, yang berdampak langsung pada hilangnya habitat alami satwa liar. Berdasarkan data Kementerian Kehutanan, luas lahan berhutan di Indonesia pada 2024 tercatat 95,5 juta hektare atau 51,1% dari total daratan. Namun angka deforestasi netto mencapai 175,4 ribu hektare atau sekitar ±0,18% dari total luas hutan. Ini sama saja kita kehilangan 2 kali luas Jakarta Setiap Tahun. Situasi ini menyebabkan banyak spesies mulai terancam punah.

Pemateri dari Taman Safari yang akrab disapa Kak Taufik memaparkan berbagai jenis satwa asli Indonesia seperti komodo, kasuari, rangkong, orangutan, dan bekantan. Para siswa juga diajak menonton video edukasi tentang habitat, jenis makanan, dan karakteristik satwa-satwa tersebut. “Banyak satwa endemik Indonesia yang mulai punah akibat kehilangan habitat,” ujar Kak Taufik. Ia juga mengajak seluruh peserta untuk turut menjaga kelestarian satwa dan mempererat hubungan antara lembaga konservasi serta sekolah-sekolah di sekitar Bogor.

Setelah sesi video, siswa diberi kesempatan menjawab kuis seputar dunia satwa. Suasana semakin meriah ketika Kak Taufik memperlihatkan burung hantu secara langsung. Banyak siswa mengaku baru pertama kali melihat species tersebut dari dekat, sehingga momen itu menjadi pengalaman tak terlupakan.

Di akhir kegiatan, Kak Taufik berpesan agar generasi muda terus mencintai lingkungan dan menjaga alam demi keberlangsungan hidup satwa-satwa Indonesia. “Jagalah alam kita karena ada makhluk lain yang sama-sama ingin bertahan hidup,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *